Archive for June, 2008

kalajengking dan katak

Sunday, June 29th, 2008

satu kali ada seekor kalajengking yang hendak menyeberang sebuah sungai.karena arus sungai sedang deras,dia minta bantuan seekor katak untuk menyeberang.sang katak menolak karena takut disengat.si kalengking berjanji dengan sungguh2 bahwa ia tidak akan melakukan itu jika sang katak mau menolongnya.akhirnya sang katak bersedia menolongnya.ditengah perjalanan,ternyata sang kalajengking tetap menyengat katak.sambil kesakitan sang katak berkata:mengapa engkau menyengatku?kalo aku mati,tentu engkau juga mati karena tdk dapat berenang?sang kalajengking berkata:maaf katak,aku sungguh minta maaf,karena aku tidak bisa melawan kebiasaanku yang satu ini.singkat cerita mereka berdua akhirnya mati tenggelam.
Dalam kehidupan,sepertinya saya pernah melakukan kesalahan seperti kalajengking itu.karena kebiasaan2 dan attitude yang buruk,saya kadang mempertaruhkan hal2 yang berisiko tinggi hanya karena tidak dapat menghentikan kebiasaan2 buruk saya….

PIDATO STEVE JOB — PENDIRI APPLE & PIXAR — DI ACARA WISUDA STANFORD UNIVERSITY

Wednesday, June 18th, 2008

PIDATO STEVE JOB — PENDIRI APPLE & PIXAR — DI ACARA WISUDA STANFORD UNIVERSITY

"Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga…"

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?" Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai di kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley . Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu
mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

CIPUTRA

Saturday, June 14th, 2008

habis menghadiri seminar ciputra di empire surabaya,saya terkesan dengan apa yang disampaikan beliau.Big boss dari salah satu properti terbesar di indonesia ini share kekhawatirannya tentang kewirausaha-an di indonesia.menurutnya bangsa kita ini akan bisa maju bila jumlah wirausaha di indonesia berkisar 2 persen dari jumlah penduduk indonesia.kira2 sekitar empatjuta sekian.pada kenyataannya,sekarang jumlah wirausaha di indonesia baru sekitar 0,2 persen(baru mencapai angka 400 ribu-an).masih sepuluh 10 persen dari jumlah idealnya.dalam 15 tahunpun angka empat juta itu akan sulit tercapai bila kita tidak berbuat apa2.karena itulah,dalam impian besarnya pak ci menginginkan semangat kewirausaha-an ini mulai dipikirkan sejak dari sekolah.dan itu secara serius mulai diimplementasikan dalam lembaga2 pendidikan yang didirikannya.dalam prakteknya,pada tingkat playgroup para siswa mulai dikenalkan pada transaksi sederhana,dalam bentuk bazar misalnya.ada interaksi transaksi antara para murid.mereka diajari untuk berjualan dan mengerti akan konsep2 bisnis.Ditingkat yang lebih lanjut,para siswa diajak mengamati denyut bisinis di sekitar sekolah mereka.bisnis apa saja yag tidak ada,dan mereka secara aktif dilibatkan untuk menciptakan,dan merealisasikan ide2 bisnis mereka dalam action yang lebih serius.mereka dilatih untuk bisnis secara praktek,bahkan menciptakan keuntungan.Sungguh satu gerakan pendidikan yang sangat baik.dalam sistem pendidikan kita,manusianya sejak kecil diajar untuk mengembangan kemampuan memorinya.sebagian waktu disekolah dihabiskan untuk menghafal dan menghafal.kemampuan secara kognitif dalam bentuk kreatifitas tidak pernah di explore dengan serius.kita hanya menghasilkan generasi pencari kerja,bukan pencipta lapangan pekerjaan.Salah satu ucapannya yang sempat terngiang dalam telinga saya sampai sekarang adalah:seandainya saya mengenal tentang entrepreneurship sejak kecil,mungkin kesuksesan saya sekarang setara dengan
li kha-sing.menarik sekali seminar hari ini,intinya,mari kita mulai berpikir untuk mencipta,dan mencipta peluang.mengeksekusinya,dan tidak takut akan resiko2 nya.soal modal adalah urusan ke sekian.yang penting jadi pebisnis yang bisa dipercaya,punya integritas.Catatan penting buat saya dihari ini adalah ternyata,peluang untuk menjadi entrepreneur di negara ini masih sangat terbuka lebar.mari kita ciptakan peluang sebanyak mungkin.terus berpikir,berkarya,berkreatifitas tanpa pernah berhenti.ciayo!

iphone baru

Friday, June 13th, 2008

barusan nonton keynotenya steve jobs tentangApple_iphone3g_20080609
iphone yang baru.saya jadi inget Waktu semua temen2 komunitas mac dulu pada berebut ganti gadgetnya dengan iphone,saya ndak ikut2 an,karena banyak alasan yang bikin ngeri kalo beli tu gadget.diantaranya adalah ini:
1.muahalll…kalo di indo sekitar 4 jt utk yang 8 giga,5 juta buat yg 16 giga.harga diatas baru belakangan aja,setelah supply barang lancar(meski kaga resmi alias black market).pertama tama dulu bisa 10 jt-an.ampun dj!buat sbagian orang si uang segitu ya ok2 aja,tapi tidak buat saya.

2.ndak 3g.meski teknologinya cuanggih,kalo gadget semahal itu ndak 3g kayanya kok bakal mubazir ya?ndak bisa hi speed internet,adanya cuman gprs/edge.

3.lubang colokan headphonenya cuman bisa ditancepin khusus yg buatan apple.cilaka dah,senheiser saya kan nganggur dong..

4.dak ada sofwer officenya,jadi ndak bisa dipake kerja.masi lebih berguna tungsten t3 saya,jadul but powerfull.(atau jangan2 ada,tapi saya yg ndak tau ya?)

5.ndak resmi.gemetaran juga ni,kalo beli barang segitu tapi ndak tau meski klaim ke siapa kalo rusak.paling2 hanya bisa meratap kalo ada masalah..

tetapi,terrrrrrnyata,setelah melihat wwdc yg baru kemaren,alasan saya utk ngeles ndak pake iphone dipatahkan ama om steve,diantaranya adalah:
1.harga barunya 2juta.saya ulangi:2juta.meskipun casingnya jadi ganti plastik,tapi harganya,saya ulangi sekali lagi:2juta.(moga2 ini harga unlock,tanpa dibundel dengan operator telepon setempat)

2.sudah support 3g.ada gpsnya pula.bayangin dah kalo bisa digandeng ama paket unlimitednya telkomflash.dengan bayar cuman 125 ribu,internet-an jadi ngacir.kalo ga perlu banget ndak usah tenteng2 macbook saya yg beratnya minta ampun..

3.colokannya 3,5mm bisa buat semua headphone.top dah!

4.sudah ada mikocok officenya.kumplit.i worknya juga dah ada.lumayan,bisa buat puter company profile,kalo pas lagi kepepet.kan ama client jadi kliatan gimanaaaa…gitu..norak2 dikit,yg penting techie..kekekekeke..

5.la kalo tu barang nyampe disini harganya dua juta,siapa yg peduli dengan garansinya?kalo rusak dan harus nanggung resikonyapun ya masi berani la.apalagi kalo belinya di singapur,kan dahh resmi.tinggal kirim email komplain,trus kirim kesono via fedex.(semoga benar begitu)

kelebihan2 diatas belum semua lo,masi ada mobileme yg sakti,tapi ya itu,bayar(jelasnya bisa buka apple.com).trus developer2 laen pada ngembangin sofwer yang keren2 buat iphone.

jadi,alasan apa lagi ya kira2 yg membuat saya tidak make iphone?ada yang bisa bantu?hehehehehe….(ngiler ni,berharap singapur segera jualan barang resmi)